Senin, 02 Februari 2015

Sehari tanpa kata "RINDU"

Aku bingung dengan perasaanku saat ini. Aku merasakan sesak di hati tapi aku tak tahu karena apa. Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya tapi aku tak tahu berteriak untuk apa. Aku ingin marah tapi ku tak tahu marah atas dasar apa dan kepada siapa. Bukankah yang kurasa ini aneh?.

Sepertinya hati dan perasaanku sedang bermasalah. Atau mungkin hati dan pikiranku sedang berkonflik? Tapi atas dasar apa mereka berkonflik, aku pun tak tahu. Rumit dan aneh mungkin seperti itulah yang ku rasakan.

Mungkinkah ini bagian dari sepi yang ku rasa? Mungkinkah hati dan pikiranku berkonflik karena rasa sepi? Atau mungkinkah mereka sedang merindu?.

“Merindu ….?? Hmm…mungkinkah?? “
Hahahaha hati dan pikiranku merindu, kepada siapa dan untuk apa mereka merindu. Mereka lucu, mereka yang merindu tapi kenapa mereka menyeretku masuk kedalam rindu itu.

“Ada apa dengan mereka?”
Apa alasan mereka melibatkanku dalam urusan merindu sedang ku tak ingin tapi mereka menyeretku. Bukankah ini kejam? Aku tak ingin terlibat tapi aku diseret dan aku tak berdaya.

“Lepaskan aku …..!!!”
Lepas, lepaskan aku segera. Jangan bawa aku masuk kedalam ruang bernama “rindu” , kali ini ku tak ingin. Aku bosan dan lelah.

“Apakah aku salah? “
Bukankah aku punya hak atas hati dan pikiranku? Tapi kenapa mereka seolah-olah tak pernah berpihak kepadaku. Aku hanya ingin sehari tanpa merindu. Karena ku tahu rindu ini akan terbuang sia-sia. Rindu ini akan terbuang percuma karena pengabaian. Aku tak ingin sakit kali ini. Aku tak ingin kecewa kali ini. Dan aku tak ingin menyesal karena rindu ini gagal bertemu pemiliknya.

“Kali ini saja..”
Bukan karena aku benci merindu. Aku hanya ingin melindungi perasaanku dari pengabaian, ku tak ingin ada luka kali ini. Perasaanku pun butuh waktu untuk mengobati lukanya. Kali ini saja, beri ia waktu sehari tanpa merindu.
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar